Dzikir ( Mengingat Allah SWT )
Syarat pertama untuk menjadi hamba shalih adalah adalah dengan dzikir kepada Allah, mengagungkan Allah, mensucikannya, membaca tasbih “ SubhanAllah “, melakukan pujian kepada – Nya, dan yang diperbuat tidak lain hanya untuk beribadah kepada Allah. Dzikir kepada Allah dapat dilakukan dengan lisan dan hati, yaitu :
a. Dzikir dengan lisan berarti menyebut nama-Nya berulang kali, menyebut sifat-sifat Nya berulang-ulang, atau puji-pujian kepadanya .
b. Dzikir kepada Allah dengan hati, yaitu menghadirkan kebesaran dan keagungan-Nya di dalam diri dan jiwanya sendiri, sehingga mendarah daging.
Mendekat Kepada Allah
Syarat yang kedua untuk menjadi hamba yang Shalih adalah mendekat kepada Allah SWT. Adapun yang dimaksud dengan mendekat kepada Allah adalah bahwa seorang hamba tahu sepenuhnya bahwa Allah selalu melihatnya, dan apapun yang dilakukannya selalu dalam pandangan dan pengawasan Allah, bahkan apa saja yang terlintas dalam hati dapat diketahui oleh Allah.
Mendekat kepada Allah adalah suatu kewajibanbagi setiap hamba, baik laki-laki atau perempuan. Allah Ta’ala berfirman.
وَاقْتَرِبْ وَاسْجُدْ تُطِعْهُ لَا كَلَّا
sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan) ( QS al ‘Alaq 19 )
Takut kepada Allah
Syarat yang ketiga untuk menjadi hamba shalihah adalah takut kepada Allah, karena takut kepada Allah adalah salah satu sifat dari orang-orang mukmin, dan dapat mendorong untuk mendaoatkan amal ibadah kepada-Nya. Bahkan dengan sifat takut kepada Allah itu akhirnya timbulperasaan dalam jiwanya bahwa dirinya selalu diliputi pengawasan Allah dan tidak akan berani berbuat yang dapat menyebabkan kemurkaan Allah. Takut kepada Allah adalah sikap mental yang mendorong orang bersikap zuhud, sebab dengan timbulnya sifat ini manusia akan merasa bahwa segala gerak-geriknya senantiasa dalam pandangan Allah.
Takut kepada siksa Allah
Syarat untuk menjadi wanita shalihah adalah takut terhadap siksa Allah, maka seorang hamba akan selalu tunduk kepada syariat-Nya, tidak berani mengerjakan larangan-Nya. Dan takut kepada siksa Allah adalah suatu ajaran yang diberikan kepada manusia sebagaimana firman-Nya :
Katakanlah: "Sesungguhnya aku takut akan azab hari yang besar (hari kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku."Q.S Al An’am 15
Ikhlas dalam Beramal
Ikhlas dalam beramal yaitu melakukan kebajikan semata-mata karena Allah, karena mengharap ridha-Nya. Ikhlas adalah ruh suatu amal, dan jika suatu amal itu tidak didasari dengan ikhlas berarti amalnya ditolak oleh Allah. Lawan ikhlas dalam beramal adalah riya dalam beramal, yaitu melakukan amalan untuk mengabdi kepada Allah tetapi disertai ingin memperoleh pujian dan perhatian dari manusia. Amalan yang didasari dengan riya’ tidak diterima Allah dan amalannya tertolak.
Allah berfirman dalam Al Qur’an yang artinya :
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.(Q.S al Bayyinah ; 5 )
============================================================
Allah, yang, dari, kepada, adalah, ini, Islam, God, Muslims, orang, Arabic, kita, mereka, oleh, ada, maka, bahwa, Nya, manusia, saya ,Islam, yang, ini, adalah, Muslim, dari, orang, Allah, mereka, oleh, atau, kepada, kita, lain yang, islam, karena, pada, ada, bisa, Muhammad,yang, Takwa, adalah, orang, takwa, dari, ini, kepada, kita, mereka, pada, atau, bisa, juga, Kantata, saya, bahwa, ada, akan, Allah,yang, dari, Dzikir, adalah, Allah, ini, kepada, oleh, orang, pada, dzikir, atau, mereka, ada, akan, kita, bisa, Islam, maka, karena
No comments:
Post a Comment