Monday, March 28, 2011

Hikmah Hijrah

وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الأرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً وَمَنْ
فَقَدْ وَقَعَ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ
أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telahtetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( QS. An Nisaa : 100 )

Setiap pekerjaan yang dilakukan seseorang pasti mempunyai motivasi atau niat. Hal ini pernah ditegaskan oleh Nabi Muhammad SAW, ketika seorang sahabatnya berhijrah dari Mekah ke Madinah : “ Setiap pekerjaan harus atau pasti disertai oleh niat karena Allah, hijrahnya akan dinilai demikian. Dan barangsiapa berhijrah didorong oleh keinginan mendapat keuntungan duniawi atau karena ingin mengawini wanita, maka hijrahnya dinilai sesuai dengan tujuan tersebut.
Ketika Nabi dan para sahabatnya berhijrah, motivasi utama mereka adalah guna memperoleh Ridha Allah SWT, yang diyakini maha Kuasa lagi Maha Bijaksana. Menjelang hijrah, kaum muslim berada pada posisi yang lemah dan teraniaya. Namun, keyakinan mereka akan datangnya kemenangan tidak pernah sirna. Hal ini disebabkan tebalnya iman mereka kepada Allah yang Maha Kuasa.
Hijrah Rasulullah telah berlalu empat belas abad lamanya. Namun, dari hijrah dan celah-celah peristiwanya, banyak sekali pelajaran yang bisa dipetik. Berikut ini beberapa pelajaran diantaranya.
Pengorbanan
Ketika Rasul SAW menyampaikan kepada Abu Bakar bahwa Allah SWT memerintahkan untuk berhijrah, dan mengajak sahabatnya itu untuk berhijrah bersama, Abu Bakar menangis kegirangan. Dan, seketika itu juga ia membeli dua ekor unta dan menyerahkannya kepada Rasul SAW. Terjadilah dialog berikut :
 “Aku tidak akan mengendarai unta yang bukan milikku. “
“Unta ini kuserahkan untukmu.”
“Baiklah, tapi aku akan membayar harganya.”
Setelah Abu Bakar bersikeras agar unta itu diterima sebagai hadiah, namun Nabi SAW tetap menolak, Abu bakar pada akhirnya setuju untuk menjualnya. Mengapa nabi bersikeras untuk menjualnya? Dan, bukankah Nabi SAW selalu menerima hadiah dan pemberian Abu Bakar? Disini terdapat suatu pelajaran yang sangat berharga.
Rasulullah SAW ingin mengajarkan bahwa untuk mencapai suatu usaha yang besar, dibutuhkan pengorbanan maksimal dari setiap orang. Beliau bermaksud hijrah dengan segala daya, tenaga, pikiran, materi dan bahkan nyawa yang dimilikinya. Dengan membayar unta itu, Nabi mengajarkan kepada Abu Bakar dan kepada kita bahwa dalam mengabdi kepada Allah, janganlah mengabaikan sedikit kemampuan pun, selama kita masih mempunya kemampuan itu. “Sesungguhnya kepada Tuhanmulah tempat kembali .“
Makna Hidup
Apa sebenarnya arti hidup menurut agama? Hidup bukan sekadar menarik dan menghembuskan napas. Ada orang yang telah terkubur, tetapi oleh Al Quran masih dinamai “ orang yang hidup dan mendapat rezeki”. (QS 3 : 169) . Demikian juga sebaliknya,  ada orang yang menarik dan menghembuskan napas, namun dianggap sebagai “orang-orang mati” (QS 35 : 22)
Hidup dalam pandangan agama adalah berkesinambungan dunia dan akhirat dalam keadaan bahagia, berkesinambungan yang melampaui usia di dunia ini. Sehingga dengan demikian tiada arti hidup seseorang apabila ia tidak menyadari bahwa ia mempunyai kewajiban yang lebih besar, yang melebihi kewajiban hari ini. Setiap orang beriman wajib mempercayai dan menyadari bahwa disamping wujudnya masa kini, masih ada wujud yang lebih kekal, dan dapat menjadi wujud yang lebih indah dari semua ini.
Tawakal dan Usaha
Ketika Rasul SAW bersama Abu Bakar bersembunyi di gua Tsur dan para pengejar merka telah berdiri di mulut gua tersebut. Abu Bakar menjadi gusar dan gentar. Rasulullah menenangkannya.”Jangan kuatir dan bersedih hati, sesungguhnya Allah bersama kita. Keadaan ini bertolak belakang dengan apa yang kemudian terjadi dalam peperangan Badr , sekitar satu setengah tahun setelah peristiwa hijrah ini. Ketika itu yang kuatir dan gusar adalah Nabi Muhammad SAW, sedangkan Abu Bakar yang menenangkan beliau.
Disini, kita mendapatkan pelajaran yang menangkut arti hakikat keagamaan. Dua peristiwa yang berbeda di atas menuntut pula dua sikap kejiwaan yang berbeda dan keduanyadiperankan sangat jitu oleh nabi Muhammad SAW. Kedua hakikat agama itu adalah Tawakal dan Usaha

Tentu masih banyak pelajaran dan hikmah yang dapat diambil dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW sehingga wajar jika menjadikan Umar bin Khattab menjadikan peristiwa tersebut sebagai awal kalender Islam.
==================================================================
yang, dari, Hijrah, ini, Islam, adalah, orang, hijrah, juga, kepada, mereka, pada, bisa, lain yang, oleh, Allah, bahwa, kita, lebih, atau, Islam, yang, dari, ini, adalah, Muslim, orang, kepada, mereka, Allah, kita, lain yang, oleh, pada, ada, atau, Muhammad, kamu, karena, God,Muhammad, Islam, Mecca, Muslims, prophet, Medina, yang, God, revelations, Allah, Qur'an, dari, followers, adalah, Meccans, death, ini, Prophet, Arabia, tribes,Allah, dari, kepada, yang, ini, adalah, Islam, God, orang, Muslims, Arabic, kita, maka, mereka, oleh, Nya, saya, ada,

No comments:

Post a Comment

Post a Comment